Apa Itu ANDALALIN Bangkitan Sedang? – Konsultan Andalalin Bangkitan Sedang
ANDALALIN (Analisis Dampak Lalu Lintas) Bangkitan Sedang merupakan kajian teknis yang disusun untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan, usaha, kawasan, atau bangunan yang menghasilkan bangkitan dan tarikan perjalanan dalam tingkat sedang.
Setiap pembangunan yang memiliki aktivitas manusia dan menghasilkan pergerakan kendaraan berpotensi memberikan pengaruh terhadap kondisi lalu lintas di lingkungan sekitarnya. Pengaruh tersebut dapat berupa peningkatan volume kendaraan, perubahan pola pergerakan, bertambahnya kebutuhan parkir, munculnya antrean pada akses keluar-masuk, hingga meningkatnya beban lalu lintas pada ruas jalan dan persimpangan di sekitar lokasi.
Oleh karena itu, ANDALALIN Bangkitan Sedang diperlukan sebagai instrumen teknis untuk memastikan bahwa suatu rencana pembangunan maupun kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, kapasitas jaringan jalan, aksesibilitas, serta keteraturan sistem transportasi di sekitar lokasi.
Kajian ANDALALIN tidak hanya melihat jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dari suatu bangunan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi jaringan jalan eksisting, kapasitas ruas jalan, karakteristik persimpangan, pola perjalanan, kebutuhan parkir, konfigurasi akses, serta perubahan lalu lintas yang diperkirakan terjadi setelah kegiatan beroperasi.
Ketentuan dan Kriteria ANDALALIN Bangkitan Sedang
Kewajiban penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas perlu ditentukan berdasarkan jenis kegiatan, skala pembangunan, serta besaran bangkitan dan tarikan perjalanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam praktik penyusunan kajian, kegiatan dengan tingkat bangkitan sedang dapat menghasilkan pergerakan kendaraan yang cukup signifikan sehingga perlu dilakukan analisis terhadap pengaruhnya pada jaringan jalan di sekitar lokasi. Perlu diperhatikan bahwa angka atau batasan bangkitan lalu lintas tidak sebaiknya digunakan secara terpisah sebagai satu-satunya dasar penentuan kewajiban ANDALALIN. Penentuan kewajiban dan jenis dokumen perlu disesuaikan dengan regulasi yang berlaku pada saat pengajuan serta hasil evaluasi instansi berwenang.
Ketentuan penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas antara lain berkaitan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 75 Tahun 2015 beserta ketentuan perubahan dan peraturan terkait yang berlaku.
Sebagai konsultan perizinan dan penyusunan dokumen teknis, kami membantu klien dalam melakukan identifikasi kebutuhan ANDALALIN, pengumpulan data, survei lapangan, analisis lalu lintas, penyusunan dokumen, hingga pendampingan proses pengajuan kepada instansi teknis terkait.
Mengapa ANDALALIN Bangkitan Sedang Diperlukan?
Kegiatan dengan tingkat bangkitan sedang dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap sistem lalu lintas dibandingkan kegiatan dengan bangkitan rendah. Apabila tidak direncanakan dengan baik, peningkatan pergerakan kendaraan dapat menyebabkan penurunan kinerja ruas jalan, antrean pada akses lokasi, konflik kendaraan, maupun gangguan terhadap aktivitas lalu lintas di sekitar kawasan. Penyusunan ANDALALIN Bangkitan Sedang diperlukan untuk:
- Mengidentifikasi potensi dampak lalu lintas yang timbul akibat pembangunan dan operasional suatu kegiatan.
- Menganalisis perubahan volume lalu lintas sebelum dan setelah kegiatan beroperasi.
- Menilai kapasitas dan kinerja jaringan jalan yang terdampak oleh tambahan perjalanan.
- Mengantisipasi potensi kemacetan dan antrean kendaraan pada ruas jalan maupun persimpangan.
- Meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan merencanakan akses dan sirkulasi kendaraan secara tepat.
- Menentukan kebutuhan dan pola pengelolaan parkir agar kendaraan tidak menggunakan badan jalan secara tidak semestinya.
- Menentukan desain dan pengaturan akses masuk serta keluar kendaraan dari lokasi kegiatan.
- Memberikan rekomendasi manajemen dan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.
- Mendukung proses perizinan pembangunan dan kegiatan usaha sesuai persyaratan teknis yang ditetapkan oleh instansi berwenang.
Dengan adanya kajian yang dilakukan sejak tahap perencanaan, potensi permasalahan lalu lintas dapat diidentifikasi lebih awal sehingga solusi teknis dapat diterapkan sebelum kegiatan mulai beroperasi.
Contoh Kegiatan yang Berpotensi Memiliki Bangkitan Sedang
Kegiatan yang menghasilkan pergerakan kendaraan dalam jumlah menengah dapat berasal dari berbagai jenis fungsi bangunan maupun usaha. Beberapa contoh kegiatan yang berpotensi termasuk dalam kategori ini antara lain:
- Gedung perkantoran dengan jumlah karyawan dan pengunjung dalam skala menengah.
- Kompleks ruko atau pertokoan dengan beberapa unit usaha.
- Minimarket, supermarket, atau pusat perdagangan dengan skala pelayanan tertentu.
- Klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kunjungan menengah.
- Restoran atau fasilitas kuliner dengan kapasitas pelanggan tertentu.
- Tempat ibadah dengan jumlah jamaah menengah.
- Sekolah atau lembaga pendidikan dengan kapasitas siswa dan tenaga pendidik tertentu.
- Gedung serbaguna, aula, ruang pertemuan, atau fasilitas pelatihan.
- Fasilitas pelayanan publik dan sosial dengan tingkat aktivitas menengah.
- Kegiatan komersial lainnya yang menghasilkan bangkitan dan tarikan perjalanan dalam jumlah cukup signifikan.
Penting: Kategori bangkitan lalu lintas suatu kegiatan perlu ditentukan berdasarkan hasil perhitungan dan evaluasi teknis. Jenis bangunan saja belum tentu dapat menentukan kategori bangkitannya karena setiap kegiatan memiliki karakteristik, kapasitas, jam operasional, jumlah pengguna, dan pola perjalanan yang berbeda.
Isi Dokumen ANDALALIN Bangkitan Sedang
Dokumen ANDALALIN Bangkitan Sedang disusun berdasarkan data kondisi eksisting dan rencana pengembangan kegiatan. Analisis dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi lalu lintas serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Secara umum, dokumen dapat mencakup beberapa komponen berikut:
- Profil dan Karakteristik Kegiatan: Bagian ini menjelaskan jenis dan fungsi kegiatan, luas lahan, luas bangunan, kapasitas kegiatan, jumlah pengguna, jam operasional, tata guna lahan, serta karakteristik aktivitas yang berpotensi menghasilkan perjalanan.
- Tata Letak dan Site Plan: Analisis dilakukan terhadap tata letak bangunan, posisi akses kendaraan, area parkir, jalur sirkulasi internal, titik bongkar muat, area pejalan kaki, serta hubungan antara fasilitas di dalam kawasan dengan jaringan jalan di luar lokasi.
- Kondisi Lalu Lintas Eksisting: Kajian menggambarkan kondisi lalu lintas sebelum pembangunan atau sebelum kegiatan beroperasi. Data dapat meliputi volume kendaraan, komposisi kendaraan, kecepatan, kondisi ruas jalan, serta karakteristik pergerakan pada waktu tertentu.
- Analisis Bangkitan dan Tarikan Perjalanan: Perhitungan dilakukan untuk memperkirakan jumlah perjalanan yang dihasilkan dan ditarik oleh kegiatan. Analisis dapat mempertimbangkan kendaraan pribadi, kendaraan operasional, kendaraan pengunjung, kendaraan karyawan, maupun moda transportasi lainnya sesuai karakteristik kegiatan.
- Proyeksi Kondisi Lalu Lintas: Kajian membandingkan kondisi lalu lintas eksisting dengan kondisi lalu lintas setelah kegiatan beroperasi. Proyeksi juga dapat mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas dan perkembangan kawasan sesuai kebutuhan analisis.
- Analisis Kapasitas dan Kinerja Jalan: Analisis dilakukan untuk mengetahui kemampuan ruas jalan dalam melayani volume lalu lintas. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah tingkat pelayanan atau Level of Service (LOS) sesuai metode dan ketentuan teknis yang berlaku.
- Analisis Persimpangan: Apabila lokasi kegiatan berada di sekitar simpang, analisis dapat mencakup pengaruh tambahan volume kendaraan terhadap persimpangan, antrean kendaraan, tundaan, konflik pergerakan, serta tingkat kinerja simpang.
- Analisis Akses Masuk dan Keluar: Kajian dilakukan terhadap posisi dan desain akses kendaraan agar kendaraan yang keluar atau masuk lokasi tidak menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas pada jalan utama.
- Analisis Kebutuhan Parkir: Kebutuhan ruang parkir dihitung dan dievaluasi berdasarkan karakteristik kegiatan. Kajian juga memperhatikan sirkulasi kendaraan di area parkir agar tidak menimbulkan antrean maupun hambatan terhadap akses publik.
Rekomendasi Teknis ANDALALIN Bangkitan Sedang
Berdasarkan hasil analisis, dokumen ANDALALIN dapat memberikan rekomendasi teknis yang disesuaikan dengan karakteristik dan permasalahan di lokasi. Rekomendasi tersebut dapat meliputi:
- Pengaturan Akses Kendaraan: Menentukan posisi, jumlah, dan pengaturan akses masuk serta keluar kendaraan agar pergerakan kendaraan dapat berlangsung dengan aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas pada jalan sekitar.
- Pengaturan Sirkulasi Internal: Merancang pola sirkulasi kendaraan di dalam area kegiatan, termasuk jalur satu arah, area manuver, jalur kendaraan operasional, serta pemisahan antara kendaraan dan pejalan kaki apabila diperlukan.
- Pengaturan Parkir: Menentukan kebutuhan ruang parkir, konfigurasi parkir, jalur sirkulasi, serta pengaturan kendaraan agar tidak terjadi parkir yang mengganggu badan jalan.
- Rambu dan Marka: Memberikan rekomendasi penempatan rambu, marka, petunjuk arah, informasi akses, dan perangkat keselamatan lalu lintas sesuai kebutuhan teknis lokasi.
- Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas: Apabila hasil analisis menunjukkan adanya potensi gangguan terhadap kinerja jaringan jalan, dapat diberikan rekomendasi berupa pengaturan waktu operasional, pengaturan akses, manajemen kendaraan, rekayasa geometrik, atau bentuk penanganan lainnya sesuai kondisi lapangan.
Proses Pengurusan ANDALALIN Bangkitan Sedang Melalui Kami
Kami memberikan layanan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari tahap konsultasi hingga proses penyelesaian dokumen.
- Konsultasi dan Identifikasi Kegiatan: Tahap awal dilakukan dengan mempelajari jenis kegiatan, lokasi, luas lahan dan bangunan, kapasitas kegiatan, rencana operasional, serta informasi lainnya untuk menentukan kebutuhan kajian lalu lintas.
- Survei dan Pengumpulan Data: Tim melakukan survei lapangan untuk memperoleh data kondisi jalan, volume lalu lintas, akses lokasi, karakteristik persimpangan, kebutuhan parkir, serta kondisi transportasi di sekitar lokasi. Pengumpulan data lalu lintas dapat dilakukan melalui pengamatan langsung maupun memanfaatkan data pendukung yang tersedia.
- Analisis dan Pemodelan Lalu Lintas: Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kondisi eksisting, besaran bangkitan dan tarikan perjalanan, perubahan volume lalu lintas, kapasitas jalan, kinerja simpang, serta potensi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan.
- Penyusunan Dokumen Teknis: Hasil survei dan analisis dituangkan dalam dokumen ANDALALIN yang disusun secara sistematis dan berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku.
- Pengajuan kepada Instansi Berwenang: Dokumen yang telah disiapkan selanjutnya dapat diajukan kepada Dinas Perhubungan atau instansi teknis yang berwenang, dengan mengikuti mekanisme pelayanan dan persyaratan administratif yang berlaku di daerah setempat.
- Pendampingan Evaluasi dan Revisi: Kami membantu mendampingi proses evaluasi dokumen. Apabila terdapat koreksi, catatan teknis, atau permintaan data tambahan dari instansi terkait, dilakukan penyesuaian dan penyempurnaan dokumen sesuai kebutuhan.
- Penyelesaian Dokumen: Setelah seluruh persyaratan teknis dan administratif terpenuhi, proses dilanjutkan hingga memperoleh dokumen, persetujuan, atau rekomendasi sesuai mekanisme dan kewenangan instansi yang berlaku.
Mengapa Menggunakan Jasa Konsultan ANDALALIN?
Penyusunan ANDALALIN memerlukan pemahaman terhadap kondisi lapangan, karakteristik perjalanan, jaringan jalan, kapasitas lalu lintas, serta ketentuan teknis dan administratif yang berlaku. Dengan menggunakan jasa konsultan, pemilik bangunan atau pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan dalam:
- Mengidentifikasi jenis dan kebutuhan dokumen;
- Melakukan survei serta pengumpulan data lapangan;
- Menghitung dan menganalisis bangkitan serta tarikan perjalanan;
- Mengevaluasi dampak terhadap ruas jalan dan persimpangan;
- Menyusun rekomendasi teknis yang sesuai dengan kondisi lokasi;
- Menyiapkan dokumen secara sistematis;
- Melakukan koordinasi dan pendampingan dalam proses pengajuan; serta
- Menindaklanjuti catatan atau revisi dari instansi terkait.
Butuh ANDALALIN untuk PBG atau Perizinan Bangunan Anda?
Jangan biarkan proses perizinan terhambat karena kebutuhan dokumen lalu lintas yang belum dipersiapkan dengan baik.
Kami siap membantu Anda menyusun dan mengurus ANDALALIN Bangkitan Sedang secara profesional, mulai dari konsultasi awal, survei lokasi, pengumpulan data, analisis lalu lintas, penyusunan dokumen teknis, hingga pendampingan proses pengajuan kepada instansi terkait.
Hubungi kami untuk melakukan konsultasi awal dan pengecekan kebutuhan ANDALALIN berdasarkan jenis kegiatan, lokasi, serta rencana bangunan Anda.
Price List Harga Andalalin Bangkitan Sedang
- Andalalin Bangkitan Sedang (Kabupaten/Kota): Harga mulai Rp 85.550.000
- Andalalin Bangkitan Sedang (Khusus Jakarta): Harga mulai Rp 120.000.000
- Andalalin Bangkitan Sedang (Kewenangan Provinsi): Harga mulai Rp 97.550.000
- Andalalin Bangkitan Sedang (Kewenangan Kementerian): Harga mulai Rp 102.650.000
- Penyusunan Dokumen Teknis Andalalin Bangkitan Sedang (Kewenangan All): Harga mulai Rp 42.775.000
Data Perusahaan
- Nama Pelaku Usaha: PT DNA MITRA TEKNIK
- Alamat Kantor: Northwest Boulevard NV6 No.59, Citraland Utara, Desa/Kelurahan Babat Jerawat, Kec. Pakal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos: 60217
- No. Telepon: 081554929675
- Email: dnamitrateknik@gmail.com
- Status Penanaman Modal: PMDN
- Skala Usaha: Usaha Mikro
- Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI):
- 70209 – Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
- 71204 – Jasa Inspeksi Teknik Instalasi
- 70201 – Aktivitas Konsultansi Pariwisata
- 73202 – (Pendukung) Jajak Pendapat Masyarakat
Berkas Persyaratan
- Identitas Penanggung Jawab (KTP dan NPWP Pemohon/Penanggung Jawab).
- Akta Perusahaan (Pendirian dan Perubahan terbaru dilengkapi dengan SK Kemenkumham), apabila pemohon bukan perorangan.
- Produk OSS lengkap sesuai KBLI usaha di 1 lokasi (NIB, Pernyataan Mandiri, K3, PKKPR, PKPLH, SPPL) / Akun OSS RBA (jika diperkenankan akses).
- NPWP Badan Usaha.
- Share lokasi titik koordinat.
- Foto tampak depan lokasi usaha.
- Bukti penguasaan lahan / Sertifikat Tanah.
- Layout gambar sketsa denah bangunan (AutoCAD / format DWG jika ada).
- Data teknis lainnya setelah kesepakatan SPK.
Lingkup Pekerjaan
- Penggambaran Denah / Layout kegiatan.
- Penyusunan Dokumen.
- Asistensi Dinas Terkait.
- Submit Dokumen ke Sistem / Instansi terkait.
- Verifikasi Lapangan.
- Rapat Pembahasan Dokumen bersama Instansi terkait.
- Terbit Rekomendasi Analisis Dampak Lalu Lintas.
- Serah Terima Rekomendasi Analisis Dampak Lalu Lintas.
Alur Pelayanan
- Konsultasi: Klien melakukan konsultasi terkait kebutuhan atau pekerjaan yang akan diajukan dan dikerjakan oleh konsultan.
- Surat Penawaran: PT DNA MITRA TEKNIK memberikan proposal penawaran pekerjaan kepada pelanggan.
- Presentasi: Penawaran dan rencana pekerjaan dipresentasikan kepada pelanggan.
- Surat Perintah Kerja (SPK): Setelah kesepakatan, diterbitkan surat perintah kerja.
- Pembayaran DP: Pelanggan melakukan pembayaran uang muka.
- Pemenuhan Administrasi: Dilakukan pengurusan dan pemenuhan dokumen administrasi yang diperlukan.
- Survey Lokasi: Tim melakukan survei dan pengukuran lokasi pekerjaan.
- Proses Pengerjaan: Pekerjaan dilaksanakan oleh tim teknis di lapangan.
- Dokumen Terbit: Dokumen atau hasil pekerjaan yang diperlukan diterbitkan.
- Pelunasan: Pelanggan melakukan pembayaran sisa biaya pekerjaan.
- Serah Terima: Pekerjaan beserta dokumen/hasil akhirnya diserahkan kepada pelanggan.

















































